Showing posts with label Article. Show all posts
Showing posts with label Article. Show all posts

Saturday, September 11, 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H


Idul fitri telah menghampiri
para pecinta Tuhan sejati
yang sebulan memberi bukti
dengan amalan tanda berbakti
pada Ilahi yang Mahasuci
Mohon dirimu sudi melengkapi
dengan mengampuni segala salah
yang kuperbuat selama ini

Seiring terbitnya matahari pagi
mohon dirimu sudi mengampuni
dosa-dosaku yang telah mengotori
hubungan kita selama ini

Di hari lebaran
mengemis kemurahan Tuhan
agar kita dikaruniai cinta sejati
bukan cinta basa-basi
hanya dimulut dan dalam hati
tanpa bukti berbakti pada Ilahi

Perjalanan panjang
di Bulan Ramadhan
tempat cinta dibuktikan
dengan amal perbuatan
Semoga membuat kita
berhak menjadi kekasih Tuhan

Lebaran kita berjabat tangan
untuk saling memaafkan
segala salah dan kekhilafan
Semoga segala amal perbuatan
selama bulan Ramadhan
dicatat sebagai pemberat timbangan
amal kebaikan untuk hari kemudian.

Idul fitri kita saling memaafkan
segala kesalahan mohon dihapuskan
Kita jalani hari baru tempuh masa depan
dengan hati murni setelah puasa sebulan.

Bolehlah kita mengaku pecinta Tuhan
asal terbukti dalam amal perbuatan
bukan sekedar di lisan dan alam pikiran
Selamat hari lebaran
segala kesalahan mohon dimaafkan
kita mulai hari baru raih masa depan.

Cinta pada Tuhan telah kita buktikan
dengan amalan selama Ramadhan.
Karena cinta hanya di lisan
atau cinta hanya di hati dan perasaan
tanpa didukung amal perbuatan
yang sesuai perintah Al Quran
tak lebih dari cinta dalam angan-angan

Puasa sebulan tempat menyadarkan manusia
bahwa cinta dan merasa dekat dengan-Nya
hanyalah fatamorgana yang membuat terlena
bila tidak terbukti dalam amal nyata
sesuai perintah dalam kitab suci-Nya

Lebaran adalah hari kemenangan
Ramadhan ajang membuktikan
cinta kita pada Tuhan sekedar khayalan
atau cinta sebenar-benar orang beriman
dari amal-amalan selama sebulan.

Lebaran telah tiba
setelah sebulan kita membuktikan
cinta pada Tuhan dengan amalan
berupa sedekah dan shalat malam,
bukan sekedar mengingat nama Tuhan.

Kalau cinta hanya di lisan
Kalau cinta hanya kata-kata menawan
tanpa didukung amal-perbuatan
apalagi berani menentang kebenaran Al Quran
Pantaskah berlebaran
merayakan hari kemenangan

Kita tahu cinta bukan hanya di hati
Karena Tuhan menuntut bukti
dengan waktu malam dan harta pribadi
tidak sayang kita persembahkan buat Ilahi
Semoga di hari fitri ini amal kita menjadi saksi
bahwa cinta kita bukan sekedar wacana dalam hati

Kalau cinta hanya dengan menyebut nama Ilahi
dan mengingat keberadaan-Nya dalam hati
tapi tak peduli firman-firman dalam ayat suci
tapi tak pernah mengikuti sunnah nabi
maka cinta seperti itu bukanlah cinta sejati
yang layak dipersembahkan pada Sang Mahatinggi.
Semoga lebaran hadirkan kesadaran
bahwa cinta kita perlu dibuktikan
dengan amal perbuatan sesuai Al Quran.

Para pengajar kesesatan
ajak tinggalkan Al Quran dan kebenaran
hanya demi dogma-dogma kebebasan
Selamat hari lebaran
segala salah mohon dimaafkan
semoga puasa sebulan
membawa kita mencintai kebenaran

Agama kebebasan meninggalkan ajaran Tuhan
membuat para pengikutnya kebingungan
karena kehilangan Al Quran pegangan kebenaran
Selamat hari lebaran
Segala salah mohon dimaafkan

Ketika orang sesat sedang kebingungan
habiskan waktu untuk melakukan pencarian
dan berunding untuk menentukan kebenaran
Orang yang berpegang teguh pada Al Quran
sibuk beramal dan memajukan ilmu pengetahuan
karena kebenaran telah ditunjukkan Tuhan.
Selamat hari Lebaran
Segala Salah mohon dimaafkan
Semoga kita terhindar dari kesesatan.

Orang beriman tak perlu lakukan pencarian
Karena jalan kebenaran telah ditunjukkan Tuhan
pada orang-orang beriman lewat Al Quran
Manusia tinggal mengikuti pedoman jalan
agar meraih sebenar-benar kebahagiaan.
Semoga di hari lebaran
kita makin teguh menempuh jalan kebenaran
Read more »

Sunday, May 23, 2010

PENDIDIKAN PEDESAAN DAN KEMISKINAN

PENDIDIKAN PEDESAAN DAN KEMISKINAN
Ketika dua kata ini diberikan kepada sebuah sekolah swasta yang berada di daerah pedesaan, maka pendidikan dan kemiskinan merupakan satu paket yang tidak terpisahkan. Pendidikan yang telah mendapatkan alokasi dana yang begitu besar dari pemerintah pusat, pada kenyataannya pada tataran daerah sangat sulit untuk mendapatkan bantuan dan renovasi sekolah yang merupakan ujung tombak dari sebuah kata keramat yang menjadi dambaan bangsa ini "pendidikan yang berkualitas". Belum lagi kemiskinan, kata ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pedesaan, karena akses akan pendidikan yang begitu rendah dan tingkat kesadaran masyarakat tentang pendidikan yang belum tinggi mengakibatkan pendidikan dan kemiskinan menjadi kata yang sinonim untuk daerah pedesaan.
Pendidikan seharusnya mengangkat derajat sebuah bangsa, dalam lingkup yang lebih kecil pendidikan seharusnya mampu mentransformasi daerah pedesaan menjadi daerah yang lebih maju dengan adanya dukungan berupa pendidikan yang memadai di daerah tersebut. Tapi pada aplikasinya, yang terjadi adalah desa yang seharusnya mendapat perhatian lebih malah diabaikan dan terkesan tidak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.
Pemerintah tidak mampu melakukan aksi jemput bola, dengan mendata sekolah-sekolah yang memang layak untuk dibantu dan renovasi. "Wait and see" merupakan aktifitas yang berupa monitoring dan berbagai istilah birokrasi yang sama sekali tidak berubah sejak zaman orde baru dan mungkin sejak zaman orde batu. Pengawasan hanya sebuah proyek ekstra untuk para pegawai, kalau ada fulus kerjaan mulus. Yah, mau dibawa kemana bangsa ini, kalau pemimpinnya hanya melihat dari kejauhan dan meraba-raba apa yang terjadi, dan dengan lantang berkata bahwa PENDIDIKAN TELAH KAMI PERHATIKAN.
Celakanya lagi, pemerintah melakukan standarisasi pendidikan. Inilah kejeniusan pemerintah Republik Indonesia yang tercinta. Bagaimana mungkin sebuah sekolah yang memiliki sarana dan prasana yang kurang bahkan seadanya disamakan standarnya dengan pendidikan di ibu kota yang notabene memiliki sarana dan prasarana mewah dan lengkap. Sungguh Luar Biasa….!!!!
Read more »

Monday, March 1, 2010

Keutamaan Zakat dan Infaq

Keutamaan Zakat dan Infaq

Dalam kitab suci Al-qur'an banyak sekali menyebutkan tentang perintah tentang zakat dan kemuliaannya, bahkan dalam surah al-Baqarah ayat 277 disebutkan bahwa tanda-tanda orang yang beriman adalah orang yang selalu mengerjakan amal saleh, mengerjakan shalat dan menunaikan zakat. Ketika seseorang telah melakukan amal saleh, shalat dan zakat maka orang tersebut tidak akan pernah khawatir dan takut akan apapun.


إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ


Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( QS. Al-Baqarah : 277 )

Ini membuktikan bahwa zakat dan infaq memiliki kedudukan yang sangat penting dalam dunia Islam. Di sebuah hadits yang dirawayatkan oleh Imam Ahmad Rasulullah SAW berkata bahwa barangsiapa yang ingin doanya terkabul dan dijauhkan dari kesulitan maka hendaklah dia mengatasi kesulitan orang lain atau kesulitan saudaranya. Dari hadits ini dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwa shadaqah dan infaq merupakan jalan atau pintu bagi ijabahnya sebuah do'a dan menjauhkan kita dari sebuah kesulitan hidup di dunia ini. Ketika kita membantu saudara kita dengan berinfaq atau bershadaqah, maka pada hakikatnya kita sedang membantu diri kita. Karena bantuan kita itu telah membuka do'a dan akan menjaukan diri kita dari kesulitan-kesulitan.

Banyak orang yang berfikir bahwa infaq dan shadaqah itu harus dalam bentuk besar dan berjumlah banyak, padahal dalam sebuah hadits dikatakan bahwa jumlah itu tidak signifikant, yang terpenting adalah kepedulian kita terhadap sesama saudara kita yang sedang membutuhkan. Nilai-nilai yang terkandung dalam amal ini adalah tentang bagaimana kita menyelami penderitaan dan kesulitan orang lain, dengan menyelami kesulitan hidup orang lain, maka kita sebagai manusia akan lebih menghargai apa yang kita miliki dan selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki tersebut. Dengan berinfaq kita telah bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita, dan apa yang kita berikan itu dapat menjadi penjaga atau pelindung kita dari panasnya siksaan api neraka, hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa shadaqah sebiji kurma dapat melindungi seseorang dari api neraka. Dan salah satu kunci untuk menurunkan rizki dari langit adalah dengan bershadaqah, karena Rasulullah SAW pernah bersabda "turunkanlah rizkimu dengan bershadaqah".

Shadaqah dan infaq tidak hanya dalam bentuk materi, tentang hal ini dapat kita lihat dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda : "Tiap muslim wajib bershadaqah. Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi Saw menjawab, "Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bershadaqah." Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab: "Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya" Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi menjawab: "Menyuruh berbuat ma'ruf." Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi Saw menjawab, "Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah shadaqah."

Nah, dari berbagai macam jenis shadaqah dan infaq di atas mana yang mampu kita lakukan???? Semoga Allah memberikan kita kelapangan rizki dan kita dapat menghiasi hidup dan hari-hari kita dengan membantu sesama. AMIN

Read more »

Pendidikan adalah Pilar Pembangunan Bangsa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sejak pertama kali al-Qur'an diwahyukan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, perintah yang pertama kali diterimanya adalah perintah "membaca". Ini membuktikan bahwa Islam sangat peduli dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa khilafah islamiyah telah menunukkan kemajuan yang luar biasa di dunia pendidikan, dan melahirkan tokoh-tokoh ulama besar. Hal ini tidak lain karena dukungan dari khalifah saat itu yang memberikan dukungan penuh dalam dunia pendidikan dan penelitian.
Kalau kita berkaca pada dunia pendidikan Islam dewasa ini, khususnya di Indonesia. Maka kita akan melihat berbagai kelemahan dan kekurangan di berbagai sisi, walaupun kita harus mengapresiasi beberapa program yang telah diluncurkan Pemerintah. Tapi hal ini sangat kurang dari cukup untuk memajukan pendidikan Indonesia seperti yang kita harapkan bersama.
Perlu adanya dukungan dari seluruh masyarakat, baik itu budaya masyarakat untuk belajar serta adanya prasarana yang memadai untuk menampung kegiatan belajar dan mengajar sebagai penunjang pendidikan.
Dalam artikel singkat ini, saya akan mengambil perumpamaan sebuah sekolah dasar Islam yang terletak di daerah Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Sekolah ini secara fisik dan prasarana sangat memperihatinkan, hanya terdiri dari tiga ruang kelas dan minimnya tenaga pengajar. Padahal kita ketahui bersama bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar 1945. Dengan sarana yang sangat minim ini, tentu pendidikan yang dihasilkan juga tidak dapat maksimal seperti sekolah yang telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu semangat pendidikan yang ada di sekolah ini harus di apresiasi oleh semua kalangan dengan ikut berpartisipasi dalam bentuk apapun. Sehingga sekolah dengan fasilitas minimal dapat menghasilkan lulusan yang optimal dan dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur'an yang menyebutkan bahwa Allah meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat kemuliaan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya : Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( QS. Al Mujadilah : 11 )
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua sehingga apa yang kita cita-citakan dapat menjadi kenyataan, dan pendidikan Islam di Indonesia dapat menghasilkan lulusan yang memiliki intelektualitas tinggi dan akhlak yang mulia. Sehingga lulusan sekolah-sekolah Islam dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa Indonesia.
Read more »

Berharap Dapat Bantuan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya


SD Islam Tunas Bakti Mega Timur Kec. Sui Ambawang Kubu Raya

Majunya dunia pendidikan tak terlepas dari sarana dan prasarana yang memadai. Menyadari hal tersebut, pemerintah pusat telah menganggarkan dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN yang dikemas dalam Program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun. Namun begitu, program yang tengah dijalankan tidak serta merta akan berjalan baik, tanpa didukung oleh komitmen aparatur pemerintah di tingkat bawah yang berwenang menyalurkan dana anggaran tersebut. Kenyataannya, saat ini masih banyak sekolah di daerah terpencil yang kondisinya sangat memperihatinkan, sementara anggaran pendidikan yang didengung-dengungkan pemerintah tak pernah dinikmati. Seperti halnya yang dialami SD Islam Tunas Bhakti Babul Ulum yang terletak di desa Mega Timur Kecamatan Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya.

Kepada media ini, Ramli Lehong, Ketua Yayasan Babul Ulum mengungkapkan bahwa sejak berdirinya sekolah tersebut medio 30 Juli 2007 hingga sekarang belum pernah sekalipun mendapat bantuan pendidikan dari pemerintah. Diakuinya permohonan bantuan kerap dilayangkan kepada pemerintah daerah setempat untuk keperluan membenahi bangunan sekolah serta menambah fasilitas belajar mengajar, namun tak juga mendapat tanggapan.

Menurut Ramli Lehong, kendala proses belajar mengajar di sekolah tersebut yakni, terbatasnya ruang kelas, "sementara jumlah murid melebihi kapasitas yang tersedia, hal tersebut tentunya tidak menjamin efektifitas belajar mengajar", ujarnya. Tak hanya itu, sarana dan prasarana sekolah, seperti bangku dan kursi sudah banyak yang rusak dan rapuh. Kondisi halaman SD Islam Tunas Bhakti setali tiga uang, sepanjang mata memandang hanya air dan lumpur, maklum saja lokasi berada di areal persawahan yang becek, sehingga membutuhkan pengerasan.


Yang patut diacungkan jempol, meski kondisi SD Islam Tunas Bhakti Babul Ulum masih banyak kekurangan, tapi selama ini tidak pernah mematahkan semangat para guru untuk menularkan ilmunya kepada anak didik. Bagi mereka, dapat meningkatkan citra sekolah dan memacu prestasi belajar murid, sudah menjadi tanggung jawab yang mesti diemban demi meningkatnya SDM di daerah tersebut.


Sekedar diketahui, selama ini kegiatan operasional SD Islam Tunas Bhakti Babul Ulum dapat bertahan hingga saat ini berkat swadaya Pengurus Yayasan. Untuk itu butuh uluran tangan Pemerintah Daerah untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar di sekolah agar menjadi lebih baik.


"Kami berharap pengajuan anggaran untuk pembenahan SD Islam Tunas Bhakti Babul Ulum Desa Mega Timur dapat direalisasikan Pemkab Kubu Raya pada tahun 2010 ini. Bagaimanapun kami juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pembangunan SDM di daerah ini. Untuk itu, sudah sewajarnyalah SD Islam Tunas Bhakti Babul Ulum mendapatkan perhatian, seperti sekolah lainnya yang ada di Kabupaten Kubu Raya", harap Ramli Lehong.

Source : (Helmi) Surat Kabar Media Daerah Kalimantan Barat, Edisi 140/TH.IV/Februari 2010
Read more »

SDI Tunas Bhakti

Your Ad Here